Deeptalk.co.id – Menulis memang merupakan salah satu kemampuan dasar yang perlu dimiliki manusia. Meski demikian, kebanyakan anak-anak memang mengalami kesulitan saat mulai mempelajari atau mengembangkan kemampuan tersebut. Hal tersebut tentu saja normal karena manusia memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kemampuan yang baru. Namun beberapa anak mengalami kesulitan yang lebih besar dibandingkan anak-anak pada umumnya dalam mempelajari kemampuan menulis. Kondisi tersebut bisa menjadi pertanda adanya gangguan disgrafia pada anak.

Disgrafia sendiri merupakan salah satu gangguan belajar yang ditandai dengan adanya kesulitan atau ketidakmampuan dalam menulis. Disgrafia tidak termasuk gangguan mental, melainkan masalah pada sistem saraf. Meski demikian, disgrafia bisa memicu berbagai masalah kesehatan mental, dan cukup mempengaruhi proses perkembangan anak.

Walaupun mengalami kesulitan dalam kemampuan belajar, khususnya menulis, penderita disgrafia sama sekali tidak memiliki masalah dengan intelegensi mereka. Maka dari itu, penderita disgrafia pada dasarnya memiliki IQ rata-rata, atau bahkan diatas rata-rata.

Gejala yang ditunjukan setiap penderita disgrafia pada dasarnya cukup beragam, begitu juga dengan tingkat keparahan gejala. Maka dari itu, penanganan yang tepat tentu membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dengan para ahli. Meski demikian, sebagai orang tua dengan anak penyandang disgrafia tentu bisa memberikan dukungan untuk kelangsungan hidup anak. Dukungan dari orang sekitar merupakan hal yang sangat penting untuk membantu anak menjalani kehidupan sehari-hari.

Kabar baiknya, kondisi disgrafia bisa diatasi dengan berbagai metode pelatihan yang tepat dan dilakukan secara terus menerus. Adapun langkah yang bisa dilakukan untuk merawat anak penyandang disgrafia adalah sebagai berikut:

Berikan Alat Tulis Khusus

Berikan Alat Tulis Khusus (Freepik)

Anak-anak penyandang disgrafia tentu membutuhkan perhatian khusus dalam proses pembelajarannya. Salah satu yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah dengan memberikan alat tulis khusus bagi anak.

Anak penyandang disgrafia membutuhkan kertas bergaris lebar untuk membantu proses pembelajarannya. Kertas bergaris lebar ini akan membantu anak menulis dengan lebih rapi. Seiring berjalannya waktu, barulah secara perlahan mengganti kertas dengan garis yang lebih rapat.

Selain kertas bergaris lebar, orang tua juga bisa memberikan peralatan menulis lain yang dianggap nyaman bagi anak. Misalnya alat bantu dalam memegang pensil yang biasa disediakan di toko perlengkapan terapi, atau klinik tumbuh kembang.

Ajarkan Anak Kemampuan Mengetik

Ajarkan Anak Kemampuan Mengetik (Freepik)

Dalam beberapa kasus, anak mungkin mengalami gejala yang cukup parah sehingga membuatnya sulit memegang alat tulis. Maka dari itu, orang tua bisa memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Artinya, orang tua bisa mulai mengajarkan kemampuan mengetik di komputer untuk membantu proses belajar anak. Perlu diketahui dalam hal ini kemampuan mengetik tidak melalui handphone karena justru bisa memicu ketergantungan handphone.

Baca juga: Mudah Mood Swing? Waspada Gejala Bipolar Pada Remaja!

Memberikan Dukungan Kepada Anak

Memberikan Dukungan Kepada Anak (Freepik)

Menjadi berbeda dari anak-anak lain tentu bukan hal yang mudah dihadapi oleh anak-anak. Alih-alih membuatnya merasa semakin terpuruk dengan kritikan akan keterbatasannya, orang tua lebih baik memberikan dukungan emosional bagi anak.

Selain itu berikan pemahaman kepada anak bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Dengan begitu harapannya anak tidak merasa terbebani dengan keterbatasan yang mereka miliki.

Penting juga bagi orang tua dan tenaga pengajar untuk mengapresiasi atau menghargai setiap usaha yang dilakukan anak. Penting bagi setiap penderita disgrafia untuk mendapatkan lingkungan yang positif dan suportif.

Kerjasama Orang Tua dan Guru

Kerjasama Orang Tua dan Guru (Freepik)

Orang tua yang memiliki anak penyandang disgrafia perlu lebih aktif dalam memastikan kondisi akademik anak. Maka dari itu, sebisa mungkin orang tua bekerjasama dengan guru untuk membantu anak melalui proses pendidikannya. Jika memungkinkan, guru bisa memberikan ujian secara lisan daripada tulisan, mengijinkan mengerjakan tugas rumah dengan komputer, mengijinkan anak memasang alat perekam selama guru menjelaskan, mengzjinkan anak mengcopy catatan temannya, membuat pekerjaan rumah dalam bentuk video atau voice note, dan masih banyak lagi.

Rutin Mengikuti Sesi Terapi

Rutin Mengikuti Sesi Terapi (Freepik)

Anak penyandang disgrafia perlu mengikuti sesi terapi secara rutin. Dengan segala terapi yang diikuti, anak bisa sedikit demi sedikit mengembangkan kemampuan motorik halusnya yang dibutuhkan dalam menulis.

Terapi akan lebih penting lagi jika anak mengalami gejala atau kondisi khusus. Misalnya anak penyandang disgrafia dengan komplikasi ADD, ADHD, atau disleksia. Pasalnya, semua kondisi tersebut memerlukan pengawasan yang lebih intens. Maka dari itu, jika anak menunjukan gejala disgrafia penting bagi orang tua untuk membawa anak melakukan pemeriksaan. Dengan begitu akan diketahui diagnosa, komplikasi, dan jenis terapi apa yang dibutuhkan anak.

Itu dia beberapa tips yang bisa diterapkan dalam merawat anak penyandang disgrafia. Dapat disimpulkan bahwa disgrafia merupakan kondisi yang bisa diatasi, selama penderita mendapatkan perawatan yang tepat. Selain itu, anak juga membutuhkan perawatan intens dengan dukungan dari orang-orang terdekatnya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Waspada Gejala Depresi Pada Remaja

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

📱Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
📱Training & Outbound : 0811-1075-456
📱Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
📱EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Denounce with righteous indignation and dislike men who are beguiled and demoralized by the charms pleasure moment so blinded desire that they cannot foresee the pain and trouble.
0

No products in the cart.