Deeptalk.co.id – Ahli terapi atau psikolog dapat membantu sebagai dukungan bagi orang yang mengalami kesehatan mental. Namun, banyaknya stigma negatif bagi para pengidap gangguan kesehatan mental membuat banyak orang enggan untuk mencari bantuan ke psikolog. Padahal kehadiran psikolog sama hal nya dengan dokter umum lainnya yang bisa dibutuhkan ketika ada masalah pada kesehatan secara mental.

 

Ada beragam faktor dan alasan mengapa seseorang harus segera mencari bantuan dengan konseling ke psikolog. Namun ini juga didasari oleh kurangnya pengetahuan masyarakat umum mengenai kapan waktu yang tepat juga tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka memang benar-benar harus melakukan konseling ke psikolog.

 

Pada artikel kali ini, kami akan membantu Anda memecahkan kebingungan tersebut. Dengan membahas beberapa tanda-tanda yang perlu Anda kenali untuk menunjukkan bahwa Anda membutuhkan konseling dari psikolog.

 

Tanda butuh untuk ke psikolog (cr : PNGTree)

 

Apakah Setiap Orang “Perlu” Terapi ke Psikolog?

 

Sebagai manusia, rasa kepedulian pasti muncul ketika melihat orang lain, bahkan orang terdekat sekalipun sedang merasakan penderitaan akibat kesehatan mental yang tidak membaik dengan meminta mereka untuk menemui psikolog dan melakukan konseling atau terapi. Ini bisa jadi merupakan dukungan terbaik yang bisa Anda lakukan terhadap penderita gangguan kesehatan mental.

 

Baca juga : Art Therapy: Sebagai Salah Satu Terapi Psikologis

 

Namun sayangnya cara tersebut ternyata masih kurang tepat karena penderita gangguan kesehatan mental akan merasakan stigmatisasi buruk atau terasa konfrontatif. Seseorang ketika dipaksa untuk menjalani terapi ke psikolog mungkin akan menolaknya dan merasa lebih sulit melakukan hal yang diperlukan untuk melakukan perubahan.

 

Perlu tidaknya terapi ke psikolog (cr : Alodokter)

 

Ketika segala jenis gangguan kesehatan mental atau masalah emosional mulai memengaruhi aktivitas pada kehidupan sehari-hari, terapi mungkin menjadi salah satu cara yang paling disarankan. Terapi terutama ke psikolog dapat membantu seseorang untuk mempelajari apa yang sebenarnya sedang mereka rasakan, mengapa mereka mungkin merasakannya hingga cara mengatasinya.

 

Terapi atau konseling ke psikolog juga bisa menjadi tempat yang aman untuk membicarakan tantangan hingga tekanan yang dihadapi dalam hidup. Seperti misal kepergian seseorang yang disayang, trauma mendalam, kesedihan, kesulitan dengan hubungan sosial dan lain sebagainya.

 

Kapan Seseorang Harus Mempertimbangkan Untuk Melakukan Konseling ke Psikolog?

 

Pertimbangan untuk melakukan konsultasi ke psikolog (cr : Lifepal)

 

Tidak setiap kondisi yang Anda hadapi harus dibawa konseling ke psikolog. Mungkin juga Anda perlu beberapa pertimbangan sebelum memutuskan untuk siap melakukan konseling dan terapi. Bisa jadi ingin menunggu dan melihat apakah waktu, gaya hidup yang berubah, atau dukungan dari teman dan keluarga sudah cukup membantu Anda untuk mengatasinya.

 

Baca juga : Pikiranmu, Pertahananmu: Apa Itu Defense Mechanism?

 

Berdasarkan saran dari The American Psychological Association, seseorang perlu mempertimbangkan waktu untuk menemui terapis atau psikolog ketika ada sesuatu yang menyebabkan kesulitan dan bahkan mengganggu kehidupan sehari-harinya, terutama ketika :

 

– Kerap memikirkan atau mengatasi masalah dengan membutuhkan waktu setidaknya satu jam setiap hari

– Masalah yang dihadapi menyebabkan rasa malu atau bahkan ingin menghindari orang lain

– Tekanan dan kesulitan pada masalah tersebut telah menyebabkan kualitas hidup menurun

– Masalah tersebut berdampak negatif ketika menghadapi lingkungan sosial, seperti sekolah, pekerjaan atau hubungan antar manusia

– Telah membuat perubahan dalam hidup atau mengembangkan kebiasaan buruk untuk mengatasi masalah

 

Jika Anda mengalami salah satu dari yang telah disebutkan diatas, terapi dapat membantu untuk mengurangi dampaknya. Penting sekali untuk mempertimbangkan momen yang tepat untuk menemui terapis, terlebih jika Anda sudah merasa dikendalikan oleh gejala atau jika gejala tersebut dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

 

Selain itu, ada beberapa tanda-tanda yang memungkinkan Anda harus menemui psikolog atau ahli terapis, diantaranya sebagai berikut.

Kewalahan

 


kewalahan (cr : Glints)

 

Pada beberapa kondisi, Anda mungkin sedang merasa memiliki terlalu banyak hal yang harus dikerjakan dan diselesaikan, bebarengan dengan banyak masalah dan tekanan yang perlu untuk diatasi. Banyaknya tekanan ini membuat Anda kesulitan untuk istirahat dengan tenang bahkan untuk bernapas sekalipun untuk jangka waktu yang cukup lama. Kewalahan pada akhirnya menimbulkan stres yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius.

 

Kelelahan

 

Gejala fisik kelelahan ini seringkali memiliki keterkaitan dengan masalah kesehatan mental. Bahkan ini bisa menjadi tanda dari depresi. Mengalami kelelahan bisa membuat Anda kesulitan untuk tidur nyenyak atau kesulitan bangun tidur di pagi hari.

 

Baca juga : Burnout vs. Depresi, Apa Perbedaannya?

 

Kemarahan

 

Kemarahan (cr : RSUP Persahabatan)

 

Setiap orang pasti merasakan amarah dan kebencian. Namun, jika dalam kadar yang meluap-luap, esktrim dan melebihi pada kondisi biasanya serta terlalu sering terjadi, Anda mungkin perlu untuk mencari dukungan untuk mengatasinya. Pun jika Anda bahkan menggunakan kekerasan untuk meluapkannya, ini akan berpotensi berbahaya jika tidak segera ditangani.

 

Agorafobia

 

Agorafobia digambarkan dengan seseorang yang takut berada di tempat yang memungkinkan mereka mengalami serangan panik atau perasaan terjebak. Kondisi ini pun membuat seseorang bahkan mungkin enggan untuk meninggalkan rumah, disertai perasaan cemas yang mengganggu. Merasa cemas dan khawatir adalah hal yang wajar, namun jika sudah berlarut-larut hingga menyebabkan gejala fisik, terapi menjadi solusinya.

 

Apati

 

Kondisi ini ditandai dengan hilangnya minat pada suatu aktivitas, hal-hal dan kehidupan yang bahkan sebelumnya disukai. Ini bisa menjadi indikasi masalah kesehatan mental seperti depresi atau anxiety.

 

Baca juga : Kebiasaan Ini Dapat Mengganggu Kesehatan Mental

 

Keputusasaan

 

Putus asa (cr : Blog Siamal)

 

Kehilangan harapan atau motivasi, atau merasa seolah-olah tidak memiliki masa depan, dapat mengindikasikan depresi atau kondisi kesehatan mental lainnya. Merasa putus asa dari waktu ke waktu, terutama setelah masa sulit, bukanlah hal yang aneh. Tapi jika terus berlanjut, itu bisa mengarah pada pikiran untuk bunuh diri.

 

Penarikan sosial

 

Banyak orang merasa lebih baik ketika mereka dapat menghabiskan setidaknya beberapa waktu untuk sendirian. Seorang introvert mungkin membutuhkan lebih banyak waktu sendirian daripada orang lain. Namun jika Anda merasa tertekan di sekitar orang lain atau takut berada bersama orang lain, terapi dapat membantu Anda memahami dan mengatasi perasaan tersebut.

 

 

 

 

Sumber :

The GoodTherapy.org Team. (2022, February 9). Why Should I Go to Therapy? 8 Signs It’s Time to See a Therapist – GoodTherapy.org Therapy Blog. GoodTherapy.org Therapy Blog. https://www.goodtherapy.org/blog/why-should-i-go-to-therapy-8-signs-its-time-to-see-a-therapist

Denounce with righteous indignation and dislike men who are beguiled and demoralized by the charms pleasure moment so blinded desire that they cannot foresee the pain and trouble.
0

No products in the cart.